This book includes a plain text version that is designed for high accessibility. To use this version please follow this link.
untuk skenario jasa ekosistem hutan. Jika mekanisme yang ada dimana nilai non-karbon jasa ekosistem terkait dapat dinilai dengan benar, dihargai dan direalisasikan oleh pembeli untuk proposisi di atas untuk memulai konservasi hutan untuk nilai ekonomi mereka maka hal itu akan jauh lebih menarik. Dengan total nilai jasa ekosistem di luar pengaturan iklim sebesar 3.735 dolar AS (Rp33.615.000)/ ha selama periode 30 tahun, jelas bahwa menambahkan nilai jasa ekosistem lainnya dengan nilai- nilai pada emisi CO2


dari deforestasi yang terhindarkan maka


kisaran nilai untuk hutan pada tanah mineral adalah terendah berdasarkan harga karbon yang digunakan dalam kajian ini adalah kompetitif bahkan termasuk dengan perkebunan kelapa sawit. Meskipun membangun sistem seperti itu menghadapi beberapa rintangan yang sama dengan membangun mekanisme REDD, itu bukan tanpa preseden dari negara lain dan jika direalisasikan bisa menghasilkan potensi situasi yang saling menguntungkan dimana pertumbuhan ekonomi berlangsung secara selaras dengan konservasi keanekaragaman hayati dan kesejahteraan manusia.


Pada analisis di atas belum ada perhatian diberikan kepada berbagai pemangku kepentingan dan bagaimana Business As Usual (BAU) dengan efek negatif pada jasa ekosistem atau skenario konservasi dengan pembayaran jasa ekosistem akan menguntungkan berbagai pihak tersebut. Meskipun masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan pada aspek ini, namun satu analisis menunjukkan bahwa masyarakat lokal akan mendapat manfaat paling besar dari sebuah skenario bila hutan dilestarikan, efek negatif pada jasa ekosistem terhindarkan dan pembayaran jasa ekosistem terealisasikan. Industri akan mendapatkan keuntungan paling banyak di bawah BAU sementara bagi pemerintah dan pemerintah daerah tidak berbeda jauh untuk dua skenario itu (Grafik 7)


Peluang daerah Karena orangutan juga terdapat di pulau Kalimantan, khususnya di bagian wilayah Indonesia yang mempunyai lahan gambut yang luas (Hooijer et al. 2006) dan terdapat jumlah orangutan yang signifikan (Wich et al. 2008), penting untuk dinilai apakah dengan menghargai jasa ekosistem, hutan dapat bersaing dengan bentuk-bentuk penggunaan lahan juga. Satu studi yang memfokuskan pada masalah ini (Venter et al. 2009) untuk Kalimantan menemukan bahwa hutan di lahan gambut yang kaya karbon, harga karbonnya perlu berada di kisaran 1,63 dolar AS (Rp14.670) hingga 4,66 dolar AS (Rp41.940) t/ CO2


untuk mengimbangi keuntungan dari kayu dan peralihan


ke perkebunan kelapa sawit. Sedangkan untuk hutan di tanah mineral, harga karbon untuk mengimbangi peluang biaya perkebunan kelapa sawit perlu lebih ditinggikan, yakni 9,85 dolar AS (Rp 88.650) hingga 33,44 dolar AS (Rp 300.960) t/ CO2


, namun masih dalam rentang nilai karbon aktual dan


potensial di bawah berbagai pasar (Hamilton et al. 2009). Melindungi hutan Kalimantan melalui pembayaran semacam itu akan melindungi habitat sejumlah besar spesies hewan terancam, termasuk orangutan borneo (Venter et al. 2009.), hal ini menunjukkan bahwa jelas ada potensi daerah untuk pembayaran karbon yang menjadi elemen penting dalam pelestarian keanekaragaman hayati.


Peluang untuk kera besar pada umumnya Semua spesies kera besar hidup terutama di hutan hujan tropis (Caldecott dan Miles 2009), yang termasuk di antara daerah- daerah yang paling kaya karbon di dunia (Peta 27). Tumpang tindih antara daerah di mana terdapat kera besar dan karbon menunjukkan adanya sinergi lebih potensial antara kera besar dan konservasi karbon. Studi masa depan harus membahas potensi sinergi ini untuk kera besar Afrika.


71


Page 1  |  Page 2  |  Page 3  |  Page 4  |  Page 5  |  Page 6  |  Page 7  |  Page 8  |  Page 9  |  Page 10  |  Page 11  |  Page 12  |  Page 13  |  Page 14  |  Page 15  |  Page 16  |  Page 17  |  Page 18  |  Page 19  |  Page 20  |  Page 21  |  Page 22  |  Page 23  |  Page 24  |  Page 25  |  Page 26  |  Page 27  |  Page 28  |  Page 29  |  Page 30  |  Page 31  |  Page 32  |  Page 33  |  Page 34  |  Page 35  |  Page 36  |  Page 37  |  Page 38  |  Page 39  |  Page 40  |  Page 41  |  Page 42  |  Page 43  |  Page 44  |  Page 45  |  Page 46  |  Page 47  |  Page 48  |  Page 49  |  Page 50  |  Page 51  |  Page 52  |  Page 53  |  Page 54  |  Page 55  |  Page 56  |  Page 57  |  Page 58  |  Page 59  |  Page 60  |  Page 61  |  Page 62  |  Page 63  |  Page 64  |  Page 65  |  Page 66  |  Page 67  |  Page 68  |  Page 69  |  Page 70  |  Page 71  |  Page 72  |  Page 73  |  Page 74  |  Page 75  |  Page 76  |  Page 77  |  Page 78  |  Page 79  |  Page 80  |  Page 81  |  Page 82  |  Page 83  |  Page 84