This page contains a Flash digital edition of a book.
DAFTAR ISI LIPUTAN UTAMA


- Pemerintah Harus Memperjelas Status Pekerja Rumahan


- Kondisi Pekerja Rumahan Masih Memprihatinkan


- Pemimpin Harus Jadi Teladan Bagi Anggotanya


SADAR - 8 Hak Kunci Pekerja Rumahan


GENDER


- Pendidikan Gender Membuat Aku Sadar


- Pentingnya Pendidikan Gender Bagi Keluarga Pekerja Rumahan


CERITA PEKERJA


- Maju Terus Perempuan Indonesia 6 - Saya Ingin Jadi Pemimpin yang Baik dan Bertanggung Jawab


6 PERLINDUNGAN PEKERJA


- Pekerja Rumahan Perlu Memahami K3


- 5 Risiko Pekerja Rumahan PROFIL


- Mempersatukan Anggota dengan Semangat Mengubah Nasib


7 7


Edisi 1 / Agustus - Oktober 2015 8 permatanet pekerja rumahan mampu dan tangguh


Pekerja Rumahan: dari Kesadaran ke Kreativitas


PENTINGNYA sebuah pengakuan


bagi suatu kelompok adalah meru- pakan bagian dari hak asasi manu- sia. Termasuk bagi pekerja rumahan yang dimarjinalkan posisinya, baik oleh pengusaha, masyarakat, bahkan pemerintah. Bicara aturan, belum ada regulasi atau UU yang secara tegas memperjelas status pekerja rumahan ini. Untuk itu, kinilah saatnya pekerja rumahan membangun kekuatan untuk mendapatkan pengakuan. Sebuah pengakuan tentu mem-


butuhkan kesadaran yang dibangun dengan daya kritis kelompok yang memperjuangkannya. Kesadaran yang memantik semangat bersatu dan ke- kompakan ini harus dibangun pula dengan


pemahaman-pemahaman


seputar status, hak, dan peningkatan pengetahuan untuk menambah kete- rampilan pekerja rumahan. Biar tak


ada lagi istilah bahwa pekerja rumahan cenderung tak berpendidikan. Sejak Serikat Pekerja Rumahan Sejahtera (SPR-S) Sumut dibentuk, Juni 2014 lalu, kesadaran ini mulai menguat dan menjadi potensi besar untuk memper- juangkan hak-hak pekerja rumahan, khususnya di Sumatera Utara. Sebab serikat pekerja rumahan ini merupa- kan pertama kalinya ada di Indonesia. Kemudian bagaimana menum-


buhkembangkan kesadaran ini ke dalam tahap kepekaan terhadap na- sib sesama pekerja/buruh. Jadi, tidak cuma pekerja rumahan saja, tapi peker- ja/buruh pada sektor lain, seperti bu- ruh kontrak, borongan, dan lain-lain. Sikap perduli ini nantinya menjadi mo- tivasi bagi para pekerja rumahan dalam membangun jaringannya. Tujuannya adalah untuk kesejahteraan bersama, terutama kesejahteraan para pekerja di


seluruh Indonesia. Pada United Nations Summit, Agus-


tus 2015 lalu, disebutkan soal peran se- luruh negara anggota PBB untuk men- dukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga ker- ja penuh dan produktif dan pekerjaan yang layak bagi semua, serta keseta- raan upah bagi pekerja. Kerangka kerja


pembangunan yang disebut Sustainable Development Goal’s (SDG’s) ini juga bertujuan untuk melindungi hak-hak pekerja dan mendukung lingkungan kerja yang aman bagi seluruh pekerja. Berdasarkan tujuan SDG’s ini,


pekerja rumahan juga perlu mengasah sikap kreatifnya, baik di lingkungan kerja maupun kelompoknya. Sikap kreatif bisa dimulai dengan membuat terobosan baru yang menyangkut ren- cana strategis serikat pekerja rumahan. Dari rencana strategis maka tumbuh- lah kreativitas untuk meningkatkan produktifitas, sehingga kualitas pekerja rumahan pun diakui dalam menjaga stabilitas perekonomian bangsa. Untuk itu, pemerintah harus segera merang- kul pekerja rumahan sebagai bagian dari tujuan membangun pertumbuhan ekonomi bangsa. (red)


Edisi 1: Agustus - Oktober 2015 1


5 5


2 3 3


4


MAMPU


Empowering Indonesian Women for Poverty Reduction


Pekerja Rumahan Bukan Pekerja Murahan


newsletter


Page 1  |  Page 2  |  Page 3  |  Page 4  |  Page 5  |  Page 6  |  Page 7  |  Page 8