This page contains a Flash digital edition of a book.
bitranetnewsletter


Edisi 21 / Mei - Juli 2015 Untuk Kalangan Terbatas


Merancang Masa Depan Desa Ada sekitar 74.000-an desa di Indonesia yang memiliki potensi unik luar Daftar Isi Tajuk Utama


- Membangun Desa Melalui RPJM Desa Partisipatif


- Prinsip Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa


- RPJM Desa: Syarat Pencairan Dana Desa


Advokasi


- Peran Rakom Mengawal Pengelolaan Dana Desa


- BITRA Indonesia Prihatin, Tak Ada UU Lindungi Pekerja Rumahan


- Negara Wajib Penuhi Hak Rehabilitasi Korban Penyiksaan


Pertanian


- Pupuk Formula Organik Mampu Hasilkan Padi 16 Ton/Ha


Credit Union - Sekilas Otoritas Jasa Keuangan


Kesehatan Alternatif - Kangkung Si Pengusir Racun


- 8 Manfaat Ubi Jalar Bagi Tubuh Profil


- Melalui Akupresur, Ingin Berguna Bagi Orang Banyak


Edisi 21: Mei - Juli 2015 5 6


6 7


8


4 4 5


2 3 3


biasa. Mulai dari kekayaan alamnya, khasanah seni budayanya, sampai dengan geliat ekonomi sosial politiknya. Tentu ini semua dapat menjadi fondasi bagi pembangunan bangsa Indonesia. Untuk itu, dalam pelaksanaan pembangunan nasional hendaknya dimulai dengan merancang masa depan 74.000-an desa tersebut. Salah satunya melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Desa yang nantinya menjadi pedoman dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di desa. Adanya UU Desa tentu lebih memperkuat kewenangan desa dan posisi


masyarakat desa sebagai subjek pembangunan. Sehingga cita-cita membangun desa untuk menjadi desa yang mandiri, bermartabat dan demokratis, akan lebih berpeluang untuk diwujudkan. Memang, dibutuhkan aturan yang bernuansa pro-desa yang mampu memotivasi sikap proaktif masyarakat desa dalam membangun desanya masing-masing. Berbagai regulasi yang pro-desa ini, misalnya Perda atau Perbup, menjadi penting sebagai percepatan pelaksanaan pembangunan di desa, yang selanjutnya perlu disosialisasikan ke masyarakat desa secara luas dan transparan. Adapun peran aktif negara sebagai fasilitator mampu meningkatkan kemampuan aparatur di desa, misalnya melakukan pendidikan dan pelatihan aparatur desa dalam membuat RPJM Desa, termasuk mengajak masyarakat agar berpartisipasi dalam perumusannya. Secara prinsip, partisipasi masyarakat desa dalam membuat RPJM Desa


bertujuan untuk memberikan semacam tanggung jawab kepada masyarakat desa dalam merancang dan mengawasi jalannya pembangunan di desanya masing-masing. Itu sebabnya, melalui RPJM Desa, masyarakat desa harus mampu mengenali dan membangkitkan potensi di desanya masing-masing, yang kemudian dapat menggerakkan perekonomian desa serta mensejahterakan masyarakatnya. Merancang masa depan desa ibarat membangun peradaban bangsa. Meski


desa sebagai wilayah administratif terkecil, tapi dari desalah Indonesia bisa membangun peradabannya. Potensi desa yang unik luar biasa tentu tidak bisa diabaikan begitu saja dan ini harus dikembangkan. Pendek kata, merancang sebuah peradaban hendaknya dimulai dari memperkuat keberadaan desa sebagai roda penggerak pembangunan Indonesia. (red)


1


Page 1  |  Page 2  |  Page 3  |  Page 4  |  Page 5  |  Page 6  |  Page 7  |  Page 8