This page contains a Flash digital edition of a book.
bitranetnewsletter


Edisi 11 / Juli - Agustus 2013 Untuk Kalangan Terbatas


Kesehatan Mandiri Melalui Pengobatan Alternatif Daftar Isi Tajuk Utama


- Pengobatan Alternatif & Tanaman Herbal Membangkitkan Kembali Pengobatan Warisan


- Seberapa Besar Manfaat Pengobatan Alternatif?


- Pengobatan Alternatif Wujudkan Kesehatan Mandiri Masyarakat


Advokasi - Latihan Penyusunan APB Desa Partisipatif


- PKRD Walhisu, Kuatkan Kader Lingkungan


- Jangan Ciderai Reformasi Perizinan di Singkil


Pertanian


- Alih Fungsi Lahan Pertanian Sergai Berbeda-beda


Credit Union


- Mampukah Credit Union Bertahan 100 Tahun Lagi?


Kesehatan Alternatif


- Khasiat Daun dan Biji Cermai Bagi Kesehatan


Profil


- Merekat Kebersamaan Lewat Rakom


Kabar Dari Kampung


- Merubah Alam, Menuai Bencana 14 - Pencemaran Sungai


- Galang Jembatan Rel Kereta Api di Sungai Wampu Dicuri Orang


15 15


13 12 11 10


2 3 4


- Plus Minus Pengobatan Alternatif 6


7 8 9


Kesehatan merupakan suatu kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia. Selain kebutuhan akan pangan, sandang, papan dan rasa aman, kebutuhan akan kesehatan juga hal penting, terutama sebagai pendukung aktivitas dan produktifitas manusia dalam bermasyarakat. Untuk itu, berbagai upaya dilakukan manusia demi menjaga kesehatannya. Tak cuma secara pribadi atau kelompok, wacana kesehatan pun lantas menjadi isu bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bahkan dalam kancah internasional. Di Indonesia, berbagai program kesehatan juga menjadi isu teramat


penting, seolah mengalahkan isu-isu lain. Berbagai elemen, baik pemerintah maupun swasta juga tak kalah hebohnya dengan peluncuran berbagai program jaminan kesehatan. Program-program seperti Jamkesmas, JKN atau BPJS adalah beberapa contoh dari kebijakan pemerintah di bidang kesehatan. Tak ketinggalan pula produk-produk asuransi kesehatan yang diluncurkan oleh pihak-pihak swasta. Sayangnya, berbagai program kesehatan yang diluncurkan silih berganti itu belum menunjukkan hasil yang signifikan bagi tingkat kesehatan masyarakat. Terutama bagi masyarakat marginal atau masyarakat ekonomi lemah. Terjadinya penyalahgunaan program, program yang tak tepat sasaran, atau bocornya anggaran program menjadi indikator kenapa program tersebut cenderung mandek. Alhasil, target program jaminan kesehatan ini pun belum maksimal.


Di lain pihak, kesadaran dari masyarakat sendiri akan pentingnya kesehatan,


terutama kemandirian di bidang kesehatan masih belum berkembang. Apalagi bagi masyarakat yang sudah terbiasa dengan jargon-jargon kesehatan yang diluncurkan pabrik-pabrik obat-obatan modern. Ditambah lagi dengan program-program pemerintah yang terkesan “merakyat” tadi, padahal akses untuk itu masih sulit. Itulah sebabnya, hadirnya klinik kesehatan alternatif begitu penting di tengah-tengah masyarakat, khususnya bagi masyarakat desa yang susah mengakses pelayanan kesehatan tadi. Meskipun tak mudah memberikan pemahaman bagi masyarakat kalau klinik kesehatan alternatif juga bernilai positif, tapi bagaimanapun pengobatan alternatif masih merupakan warisan nenek moyang kita, sehingga lebih terbuka atau berpeluang untuk dikembangkan.


Selain mudah dan murah, adanya klinik pengobatan alternatif merupakan bagian dari kemandirian masyarakat di bidang kesehatan. Dengan kata lain, masyarakat desa tidak lagi selalu tergantung dengan pengobatan modern yang terkadang cukup mahal. Bahkan, seiring dengan perkembangan jaman, pengobatan alternatif dapat dipadu atau dikembangkan dengan teknik pengobatan ilmiah modern tanpa menghilangkan sisi-sisi tradisinya. (red)


1 Newsletter Bitranet / Edisi 11: Juli-Agustus 2013


Page 1  |  Page 2  |  Page 3  |  Page 4  |  Page 5  |  Page 6  |  Page 7  |  Page 8  |  Page 9  |  Page 10  |  Page 11  |  Page 12  |  Page 13  |  Page 14  |  Page 15  |  Page 16