This page contains a Flash digital edition of a book.
bitranetnewsletter newsletter


bitranet


Edisi 9 / Maret - April 2013 erbatas


Edisi 9 / Maret - April 2013 Untuk KalangantUn uk Kalangan Terbatas


Daftar Isi


Tajuk Utama - Sinergikan Kekuatan Ekonomi Rakyat dengan CU Induk


- Mengatasi Hambatan Ekonomi dengan Semangat


- Sembilan Prinsip Penyelenggaraan Credit Union


- CU dan Puskopdit Persaudaraan Sebagai Sarana Sosial Ekonomi


Advokasi - Sarasehan BITRA Indonesia Ke-27


- Bitra Indonesia, Nominator Penerima Award SOMRDPE


- Kampanye Konservasi DAS Melalui Karya Tulis


Pertanian - Nurjanah br Ginting Buktikan Pertanian Organik Jauh Lebih Baik


Credit Union - Koperasi CU Amarta & Komitmen Perubahan Sumut


Kesehatan Alternatif - Baksos Kesehatan Datang, Nyeri Pinggang pun Hilang - Khasiat Si “Sisik Ular”


Profi l - Berbisnis Bibit Jabon, Hasilnya Babon


Kabar Dari Kampung - DAS Tengah Semakin Rusak


- Ibu-ibu di Stabat Lama Demo Akibat Debu Truk Tanah


2 3 4 5


6 7


- Tim Building untuk Menyegarkan Soliditas 7 - Alih Fungsi Lahan Ancaman Besar Krisis Pangan 8


9 10 11


12 13


14


15 15


Kemandirian Ekonomi melalui CU


Sejak berdirinya Cooperatie Dienst (Jawatan Koperasi) di jaman penjajahan Belanda sampai masa Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di era Kabinet Indonesia Bersatu jilid II ini, persoalan koperasi merupakan hal dilematis. Di satu sisi, berjuta orang tergabung dalam koperasi, namun di sisi lain tingkat kesejahteraan ekonomi anggotanya masih banyak yang belum membaik.


Padahal, berbagai regulasi telah disahkan untuk mewujudkan dunia perkoperasian yang sehat, mulai yang berbentuk undang-undang, Peraturan Pemerintah, Instruksi Presiden, Keputusan Menteri dan berbagai bentuk pera- turan lainnya. Hal ini menunjukkan betapa kompleks dan penuh dinamikanya gerakan perkoperasian di Indonesia.


Berbeda halnya dengan Credit Union (CU), suatu lembaga koperasi yang kini menjadi pilihan alternatif masyarakat, khususnya di pedesaan. Cita-cita untuk menuju kesejahteraan bersama menjadikan CU sebagai gerakan positif masyarakat di bidang ekonomi. Tentu pertumbuhan positif CU ini didukung oleh pemahaman para anggota CU-nya terhadap 3 pilar CU tersebut, yaitu asas swadaya, asas setia kawan, serta asas pendidikan dan penyadaran. Pada prinsipnya, ketiga pilar CU ini mengajarkan kemandirian para ang- gotanya agar tidak tergantung dari bantuan luar, seperti dana dari pemerintah, misalnya. Karena bagaimanapun, tanpa kemandirian, mustahil CU dan tingkat perekonomian anggotanya akan berkembang. Persis apa yang dikatakan Raiffeisen saat pertama kali menggagas CU, “Kesulitan si miskin hanya dapat diatasi oleh si miskin itu sendiri. Si miskin harus mengumpulkan uang secara bersama-sama dan kemudian meminjam- kan kepada sesama mereka juga. Pinjaman harus digunakan untuk tujuan yang produktif yang memberikan penghasilan. Jaminan pinjaman adalah wa- tak si peminjam.” Pendek kata, kemandirian ekonomi itu dapat dimulai dari Credit Union (CU), yaitu kumpulan orang-orang yang berwatak saling percaya. (red)


Newsletter Bitranet / Edisi 9: Maret-April 2013 1


Page 1  |  Page 2  |  Page 3  |  Page 4  |  Page 5  |  Page 6  |  Page 7  |  Page 8  |  Page 9  |  Page 10  |  Page 11  |  Page 12  |  Page 13  |  Page 14  |  Page 15  |  Page 16