This page contains a Flash digital edition of a book.
Edisi 5/Juli-Agustus 2012 Untuk KalangantUn uk Kalangan Terbatas


erbatas


Peluang Pertanian & Pasar Organik di Indonesia


Peluang Pertanian & Pasar Organik di Indonesia


Daftar Isi


Tajuk Utama - Pasar Produk Organik Tak Kenal Infl asi


- Bali akan Bangun Pusat Perdagangan Organik


- Pertanian Organik Mampu Atasi Penggurunan dan Degradasi Lahan


2


- Meningkatkan Daya Jual Produk Organik Melalui Pengembangan Pangan Olahan 2


4 4


Advokasi - Wakil Ketua MK Bicara Konfl ik Perkebunan 5 - Tren Indeks Kualitas Lingkungan Meningkat 6 - PT SMM Tak Miliki Izin Garap Hutan dan Eksploitasi SDA


- Menhut: Budayakan Program Cerdas dan Hijau


- DAS Batanghari Paling Kritis


- Masyarakat Sumut Butuh Koalisi Antikorupsi 8 - Pemberian KNPI Award Kepada 10Tokoh Kepeloporan Pemuda Sangat Aspiratif


Pertanian - Meraup Untung dari Bibit Rambutan


- Pertanian Organik Membuldoser Revolusi Hijau


Profi l - Bertani Organik, Merdeka dari Ketergantungan Luar


Kesehatan Alternatif - KHASIAT AIR KELAPA MUDA


Kabar Dari Kampung - Tanaman Obat di Alam Sekitar Kita


Volume produk pertanian organik capai 5 - 7% dari total produk pertanian yang diperdagangkan di pasar internasional. Sebagian besar disuplay oleh negara-negara maju seperti Australia, Amerika dan Eropa. Di Asia, pasar produk pertanian organik lebih banyak didominasi oleh negara-negara timur jauh seperti Jepang, Taiwan dan Korea.


Potensi pasar produk pertanian organik di dalam negeri sangat kecil, hanya ter- batas pada masyarakat menengah ke atas. Berbagai kendala yang dihadapi, antara lain, belum ada insentif harga yang memadai untuk produsen produk pertanian organik dan belum ada kepastian pasar, sehingga petani enggan memproduksi komoditas tersebut.


6 7


7 9


10 11


12 13 - Keladi Tikus Penyembuh Penyakit Kanker? 14 15 Newsletter Bitranet / Edisi 5: Juli-Agustus 2012 1


Sesungguhnya Indonesia memiliki potensi yang cukup besar untuk bersaing di pasar internasional walaupun secara bertahap. Hal ini karena berbagai keunggulan komparatif antara lain, masih banyak sumberdaya lahan yang dapat dibuka untuk mengembangkan sistem pertanian organik. Teknologi dan pengetahuan petani untuk mendukung pertanian organik sudah cukup tersedia seperti pembuatan kompos, tanam tanpa olah tanah, pestisida nabati/hayati dan lain-lain.


Beberapa upaya yang dilakukan pihak independen, seperti NGO untuk me- masyarakatkan pertanian organik di kalangan petani sejak puluhan tahun lalu, kini ditin- daklanjuti oleh upaya-upaya pemerintah, seperti kebijakan kebijakan Go Organic 2010, diselenggarakannya Bogor Organic Fair (BOF) II di Bogor, Jawa Barat, Juni 2012, oleh Aliansi Organis Indonesia (AOI) bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor, Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI), dan Institut Pertanian Bogor (IPB). Bahkan pemerintah propinsi Bali telah membuat perencanaan besar untuk membangun se- buah pasar organik yang cukup besar.


Peningkatan minat petani dan investasi untuk berali ke organikpun sangat tinggi, tahun 2008 hanya 10 % namun tahun 2012 ini naik tajam jadi 50 %, demikian data AOI. Di Sumatera Utara, BITRA Indonesia, bersama 89 kelompok tani yang didampingi juga melakukan pertanian organik sejak 20 tahun lalu dengan 2 kategori, kelompok bertani organik murni dan semi organik.


Upaya membangun pasar juga dilakukan dengan 4 kelompok pemasaran organik dari masyarakat, 1 outlet mobile dari konsorsium NGO-nya (Jappsa), dan kini dibangun koperasi untuk pemasaran hasil pertanian organik (koperasi Bitra Bahagia).(red)


Page 1  |  Page 2  |  Page 3  |  Page 4  |  Page 5  |  Page 6  |  Page 7  |  Page 8  |  Page 9  |  Page 10  |  Page 11  |  Page 12  |  Page 13  |  Page 14  |  Page 15  |  Page 16