This page contains a Flash digital edition of a book.
TIPPERTANIAN

Rempah-Rempah Tingkatkan Kualitas Pakan Ayam

Di kalangan peternak, pemanfaatan ramuan

tradisional dari rempah-rempah untuk hewan umum dipraktikkan. Rempah digunakan baik sebagai bahan obat maupun zat pemacu pertumbuhan ternak. Pemberian ramuan tradisional ke dalam pakan ternak dapat saja dilakukan sepanjang mampu meningkatkan produksi, terjangkau secara ekonomis, dan mudah diterapkan terlebih jika sudah melalui tahapan penelitian. Berikut pemanfaatan beberapa rempah untuk peningkatan kualitas ayam pedaging.

1. Kunyit (Curcuma domestica Val)

Secara spesifik tanaman kunyit dipakai menangkal

bau kotoran ayam. Caranya dengan memeras air kunyit dan dicampur ke dalam pakan. Banyaknya perasan kunyit adalah 3 persen dari berat badan ayam. Alternatif lain dengan menggiling kunyit dan hasilnya dicampur ke dalam pakan ayam. Selain menghilangkan bau tak sedap, kunyit berfungsi juga sebagai obat cacing.

2. Lempuyang

(Zingiber aromatica Val)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lempuyang dapat memperbaiki kualitas pengikatan oksigen dalam darah ayam. Jika kualitas darah membaik, kondisi ayam pun meningkat. Hal positif lainnya, ramuan ini dapat meningkatkan bobot ayam. Cara pemakaian, haluskan 5 gram lempuyang, kemudian ditambah 100 ml air serta garam secukupnya, lalu direbus. Setelah mendidih, larutannya disaring dan diberikan kepada ayam.

3. Jahe (Zingiber officale Rosch)

Pemberiannya pada ayam dapat dilakukan dengan

mencampurkan ke dalam pakan atau air minum. Untuk pemberian melalui air minum, dilakukan dengan menambahkan 1—3 ml ekstrak jahe ke dalam 1000 ml air minum. Berbagai studi menyimpulkan bahwa kandungan minyak atsiri membantu proses pencernaan dan meningkatkan nafsu makan ayam, sehingga bobot ayam bertambah.

Dengan mengetahui manfaat rempah untuk

ternak lewat bukti hasil penelitian, diharapkan tanaman rempah semakin serius diperhatikan dan dimanfaatkan secara optimal untuk pengembangan sektor peternakan. Apalagi tanaman ini merupakan bahan alami yang mudah diperoleh dari alam, sudah dikenal masyarakat, harganya relatif murah, dan prosedur pembuatannya yang sederhana.

Kiriman: Freddy Pattiselanno, Staf Pengajar pada Jurusan Produksi Ternak Fakultas Peternakan Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Negeri Papua Manokwari. Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari 98314, Papua/Kotak Pos 153 Manokwari, Papua, e-mail: fpattiselanno@yahoo.com

Pupuk dan Pestisida dari Sekam Padi untuk Kedelai

Pembuatan pupuk dari sekam padi

Sekam padi yang telah dibakar menjadi abu, dicampur dengan kotoran dan

air seni ternak. Perbandingannya adalah 85 persen sekam padi dan 15 persen campuran kotoran dan air seni ternak. Bahan-bahan ini dicampur dalam sebuah wadah (tanpa penutup) di areal terbuka agar selalu lembab dan tidak kering (basah). Selanjutnya pupuk ini siap ditaburkan ke lahan tempat penanaman kedelai.

Pembuatan pestisida nabati dari sekam padi

Sekam padi yang telah dibakar menjadi abu, langsung ditaburkan ke

tanaman kedelai. Sesuai pengalaman kami, dilakukan tiga kali penaburan sejak berumur 7 hari sampai siap panen. Penaburan pertama sebanyak 50 kg, kedua sebanyak 70 kg, dan terakhir sebanyak 80 kg.

Kiriman Edi Gunawan, Kelompok Tani Hutan Ligat Tani. Alamat: Jl. Mns. Blang No. 09 Kabupaten Pidie 24173, Nanggroe Aceh Darussalam)

28

Maret 2010 Page 1  |  Page 2  |  Page 3  |  Page 4  |  Page 5  |  Page 6  |  Page 7  |  Page 8  |  Page 9  |  Page 10  |  Page 11  |  Page 12  |  Page 13  |  Page 14  |  Page 15  |  Page 16  |  Page 17  |  Page 18  |  Page 19  |  Page 20  |  Page 21  |  Page 22  |  Page 23  |  Page 24  |  Page 25  |  Page 26  |  Page 27  |  Page 28  |  Page 29  |  Page 30  |  Page 31  |  Page 32  |  Page 33  |  Page 34  |  Page 35  |  Page 36  |  Page 37  |  Page 38  |  Page 39  |  Page 40
Produced with Yudu - www.yudu.com